Wednesday, 28 October 2015

Fitness dan Gym baik untuk kesehatan dimana tujuan orang melakukan gym ini untuk mengurangi berat badan, membentuk otot tubuh yang spesifik, dan kebugaran. Namun, mayoritas orang mengikuti fitness dan gym untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Sehingga begitu sudah memutuskan ikut fitness dan gym, orang akan menggunalan alat apa saja dengan beban latihan yang besar dengan maksud cepat menurunkan berat badan.

Fitness dan gym sebaiknya didampingi oleh personal trainer. Target spesifik dari fitness dan gym yang ingin dicapai menjadi lebih maksimal. Latihan sendiri jg memiliki langkah langkah yang bertahap mulai dari latihan awal sampai mahir. Beban yang dilatih juga harus bertahap mulai dari beban ringan hingga berat. Tujuannya untuk membentuk masa otot, daya tahan, kekuatan, dan power untuk lebih maksimal.

Fitness dan gym yang baik didamping personal trainer akan jauh lebih baik. Tentunya untuk mencegah terjadinya cidera saat latihan.


Sunday, 25 October 2015

Memiliki buah hati merupakan kebahagiaan yang lengkap dalam sebuah perkawinan. Hadirnya seorang anak juga menambah tanggung jawab kedua orang tua untuk membesarkannya dengan kecukupan gizi, sandang, pendidikan, budi pekerti, membimbingnya pada ajaran agama, dan mengikuti setiap perkembangan tumbuh kembangnya sejak lahir.
Semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh sehat, mandiri, cerdas, dan tentunya normal. Namun, seringkali tanpa disadari oleh ibu hamil bahwa menjaga pola makan, kesehatan, dan kebiasaan hidup sangat penting bagi kesehatan bayi dalam kandungan. Dimana, ketika bayi dilahirkan dengan sehat dengan fisik yang sempurna dan berat badan bayi ideal. Ibu yang telaten dalam menjaga kesehatannya dengan mengatur pola makan, tidak sembarangan mengkonsumsi obat saat batuk atau flu, menjauhkan diri dari paparan asap rokok, dan sebagainya adalah seorang ibu yang cerdas. Ia mengerti bahwa bayi dalam kandungannya harus lahir dengan sehat dan sempurna.
Setiap wanita yang hamil dengan usia kehamilan kurang dari 3 bulan, rata rata tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil. Beberapa responden wanita mengatakan mereka biasanya mengalami siklus mensturasi yang tidak teratur sehingga saat hamil mereka tidak menyadarinya. Dalam situasi seperti ini apabila si calon ibu yang tidak menyadari dirinya sedang hamil saat ia terserang flu, batuk, sakit tenggorokan, atau demam ia akan meminum obat. Hal inilah yang membuat cacat pada bayi. Kandungan kimiawi dalam beberapa obat dapat mempengaruhi pertumbuhan janin terutama pada saat awal kehamilan.

Oleh karena itu, setiap wanita yang baru menikah harus rutin memeriksakan dirinya ke dokter kandungan untuk memastikan apakah sudah ada janin dalam kandungannya. Tentu saja dengan mengetahui kehamilan sejak dini, sang ibu dapat menjaga kesehatannya dengan baik. 

Ketika bayi lahir dan perlahan memasuki usia 3 bulan biasanya kebanyakan orang tua tidak terlalu memperhatikan apakah anak tumbuh dengan baik terutama perkembangan motorik kasarnya yaitu mengangkat kepala, menggenggam, melihat objek, mendengar suara sekelilingnya, reflek memiringkan sedikit tubuhnya, biasanya perhatian seperti ini mungkin cukup awam. Setelah itu memasuki usia 9 bulan, orang tua baru menyadari kenapa anaknya tidak dapat duduk sendiri, menelungkupkan tubuhnya, ke duduk sendiri, mengangkat kepala, dan terlihat kedua tangan anak masih senang menggenggam dengan kuat.

Perhatian perkembangan tumbuh kembang motorik kasar anak dapat diamati setiap orang tua sejak dini. Hal ini dapat diketahui dengan mengetahui patokan perkembangan normal anak menurut skala denver II. Adapun skala denver ini dapat menjadi tolak ukur bagi orang tua dalam mengawasi perkembangan motorik anak.
Seperti pada gambar di bawah dimana pada usia 6 bulan anak sudah dapat didudukkan dan pada usia 8 bulan anak sudah dapat ke duduk sendiri. 


Skala perkembangan anak menurut denver ini juga menjelaskan perkembangan sosial dan belajar anak terhadap lingkungannya. Setiap orang tua wajib mengetahui ini agar anak dapat tumbuh dengan baik. Bila perkembangan motorik anak sangat lambat, dimana masih adanya 9 refleks pada bayi yang masih ada pada anak maka orang tua sudah harus membawa anak ke fisioterapi anak untuk dilatih perkembangan morotiknya dengan mengurangi aktivitas refleks primitif pada bayi seperti supine tonic neck refleks dan anterior tonick neck refleks yang harusnya menghilang di usia 4-6 bulan ketika anak sudah dapat menelungkupkan dirinya, memiringkan tubuhnya, dan merayap dengan mengangkat kepalanya. Sedangkan walking refleks harus dimiliki bayi sejak 6-8 bulan untuk perkembangan bayi belajar berjalan. Bila orang tua memperhatikan anaknya saat usia seharusnya ia sudah dapat berdiri, ke duduk, merangkak, mengangkat kepala dan sebagainya dimana perkembangan ini tidak terlihat maka orang tua sudah harus mencurigai bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan motorik geraknya. Maka langkah awal orang tua berkonsultasi dengan dokter anak yang selanjutnya untuk mendapatkan penanganan.

secara jelasnya gambaran perkembangan motorik normal anak dapat dilihat pada gambr di bawah ini. Melalui keterangan gambaran di bawah ini, ayah dan ibu dapat mempelajari tumbuh kembang anak secara lebih mendalam. Apabila ditemukannya keterlambatan perkembangan motorik kasar anak, orang tua dapat segera membawa anak untuk mendapatkan sesi fisoterapi untuk melatih motorik gerak anak. 
Demikianlah keterangan pendek yang dapat kami sampaikan untuk ayah dan ibu agar dapat terus mengawasi perkembangan buah hati. semoga bermanfaat.

Saturday, 24 October 2015

Pegal pegal sering dialami setiap orang yang beraktivitas. Bekerja 7-8 jam duduk di kantor, berdiri 8 jam sebagai kasir atau satpam, dan sebagainya. Pegal dalam istilah medis yaitu kelelahan otot dimana terjadi penumpukan asam laktat sehingga metabolisme di otot tidak lancar yang menimbulkan spasme. Rasa pegal membuat sebagian orang merasa terganggu. Mereka pun mulai memikirkan untuk refleksi demi menghilangkan rasa pegal di tubuhnya.

Pegal dapat diatasi dengan baik yaitu beristirahat dan rileksasi. Kelelahan fisik yang kronis dapat mengganggu kesehatan. Pegal pegal yang kronis tentunya perlu ditangani dengan berolahraga teratur untuk mengembalikan metabolisme otot dengan baik. Kelelahan kronis pada bagian tubuh terutama pada otot postural seperti leher,pundak,bahu,pinggang,punggung atas,betis,bokong,dan kaki menyebabkan terganggunya sirkulasi darah di otot sehingga serabut otot mengeras dan kaku,dimana akan muncul spasme dan trigger point atau titik nyeri yang dapat menyebar.

Pegal kronis yang tidak diatasi dapat mengganggu aktivitas sehari hari dan menurunkan performa. Untuk itulah, disarankan bagi anda yang sibuk untuk meluangkan waktu bagi kebugaran tubuh anda sehingga kesehatan tetap terjaga.


Tuesday, 6 October 2015

nyeri pinggang sering diderita banyak individu dengan keseharian bekerja duduk di kantor. Tidak hanya faktor pekerjaan, faktor postur tubuh ikut mempengaruhi nyeri pinggang. Nyeri pinggang sangat mengganggu khususnya bagi yang berproduktif. Pada awal terkena nyeri pinggang, seseorang akan merasakan sulit untuk duduk lama, berdiri, bahkan berjalan. Seakan ada perasaan tarikan di pinggang yang mengganjal. Nyeri yang dirasakan pun beragam, mulai dari nyeri tumpul, nyeri tajam, nyerti tertusuk, sampai nyeri menjalar hingga ke kaki.

Untuk Anda yang sering  mengalami nyeri pinggang, jangan anggap remeh, karena nyeri pada pinggang menandakan bahwa ada masalah pada jaringan sekitar pinggang yang mengganggu. Seperti pada awalnya hanya dirasakan nyeri pegal. waspadalah, karena banyak jaringan di pinggang yang dapat bersifat fatal bila tidak ditangani. jaringan seperti bantalan sendi, saraf, tulang, otot, pembuluh darah, sendi, ligament, dan tulang rawan sendi. masing-masing jaringan memiliki ciri khas kerusakannya yaitu misalnya bantalan sendi yang menonjol mengenai saraf, cidera saraf karena trauma, pengapuran tulang rawan sendi, spasme otot, dan sebagainya.

Masalah pinggang karena postur berperan besar yang membuat tekanan pada jaringan di sekitar pinggang membuk seperti postur bungkuk, postur lengkung tulang belakang skoliosis, postûr lordosis, dan kifoscoliosis. Beban jaringan oleh postur menyebabkan iritasi dan penekanan jaringan di sekitar pinggang. Hal ini menambah nyeri pada pinggang yang menurunkan kualitas produif dan kemandirian dalam toileting, dressing, dan feeding.

Cara mengatasi nyeri pinggang perlu diperhatikan hal berikut yaitu:
a. Tidurlah di kasur yang tidak terlalu empuk. usahakanlah tempat tidur tidak menekan tubuh ke bawah. Kasur yang empuk dengan busa yang tidak lentur seringkali membuat pinggang tertekan ke dalam kasur dimana akan memperburuk keluhan pinggang.
b. Lakukan peregangan otot di sela bekerja yang mengharuskan duduk atau berdiri lama.
C. Gunakan korset pinggang untuk mengurangi tekanan pada bagian pinggang yang bermasalah.



Wednesday, 12 August 2015



Down syndrome merupakan kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental dengan ciri-ciri tubuh relatif pendek, kepala kecil dari normal (microchepaly) dengan bagian anteriorposterior kepala mendatar, hidung datar, mulut mengecil, lidah menonjol keluar (macroglossia), mata sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epichantal folds), ruas jari-jari serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar, lapisan kulit biasanya tampak keriput dan wajah menyerupai orang mongoloid.
Down syndrome diakibatkan oleh ibu yang melahirkan di atas usia 35 tahun sehingga terjadi kelainan kromosom pada bayi. Kelainan kromosom ini dapat menyebabka gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ lain seperti congenital hearth disease, pada sistem pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esofagus atau duodenum.
Pencegahan dapat dilakukan dengan pemeriksaan kromosom pada ibu yang berencana hendak memiliki momongan. pemeriksaan kromosom ini dianjurkan pada ibu dengan usia di atas 35 tahun. Wanita berusia 40 tahun ke atas lebih rentan memiliki bayi down syndrome. Kelainan kromosom terjadi pada kromosom 21 dimana yang seharus 2 namun menjadi 3.
Keadaan fisik anak dengan down syndrome yaitu


- Sendi-sendi cenderung laxity
- Hyperekstention knee
- Hipotonus otot
- Beberapa anak keterlambatan perkembangan motorik kasar dan halus
- Telapak kaki tidak memiliki arcus atau datar
- Leher yang terlihat pendek dan jari-jari pendek
- Mata sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan
- Tinggi badan sekitar 150cm ke bawah
- Kecenderungan fisik dimana otot-otot lemah

Fisioterapi pada down syndrome dilakukan sejak bayi dimana untuk melatih perkembangan fisik dan motorik anak sehingga anak dapat berkembang dengan pendekatan normal.

Friday, 31 July 2015

Kutipan Jurnal Fisioterapi Vol. 7 no.12 Desember 2007 yang ditulis oleh bapak prof. dr. Soelarto Reksoprodjo, SpB, SpOT(Alm). Ijin Share, semoga bermanfaat bagi semua. 

CTEV (congenital talipes equino varus) adalah kelainaan bawaan bentuk kaki dan pergelangan kaki dimana posisi kaki dalam posisi varus-inversi dan equino-varus. Bentuk varus-inversi dimana kelainan terjadi pada bagian depan dan tengah kaki sedangkan equino-varus yaitu kelainan terjadi pada bagian belakang kaki. Keadaan ini disebabkan atau terdapat pada kelainan Arthrogryposis multiplex congenital, streeter dysplasia, spina bifida dengan myelo meningocele, diatrophic dwarfism, constriction band, dan cerebral palsy.

Secara etiologi, CTEV tidak diketahui, namun banyak teori mengenai kelainan ini yaitu:
1. Keturunan
2. Mekanik, tekanan intra uterin
3. Neuromyc maldevelepmrnt prenatal
4. Perkembangan janjin terhenti
5. Defek primer sperma
6. Keterlambatan rotasi dan non rotasi ekstremitas.

Whitman (1930) membagi klasifikasi kelainan major:
1. equinus
2. calcanues
3. varus
4. valgus

CTEV dinyatakan bila ditemukan adanya kelainan bentuk berikut:
1. kontraktur otot betis
2. fleksi jari kaki
3. kaki bagian depan adduksi
4. tumit varus
5. tibia rotasi interna

Swann (1969) menentang pendapat umum yang mengatakan bahwa tibia berotasi medial pada CTEV tidak dapat diperbaiki. Pada kenyataannya tibia yang tak terkoreksi, posisi sendi mortis pergelangan kaki terputar ke lateral.

Posisi kaki bayi secara fisiologis dalam perkembangannya terjadi sebagai berikut
1. sejak lahir sampai usia 2 tahun posisinya datar dan abduksi
2. pada usia 1 tahun otot berkembang melalui hecking dan mulai kegiatan merangkak
3. pada usia berdiri, bayi tidak perlu segera harus berjalan sebelum secara alamiah siap untuk itu
4. pada usia 2-4 tahun terbentuk lengkung longitudinal pada sendi longitudinal, dan pada saat ini kaki mulai berdeviasi. secara skematik ada 3 macam tipe kelainan bentuk CTEV yaitu talipes valgus, MT adductus, dan talipus varus.

terdapat tindakan untuk mencapai keberhasilan yaitu:
1. stimulasi berdiri yaitu saat bayi berdiri dapat didemonstrasikan posisi fungsional kaki.
2. melihat kedudukan tulang:
    a. menurut Turco: sudut talocalcaneal < 35 derajat capus os talus datar
    b. menurut Kite: sudut talocalcaneal < 20 derajat sedangkan sudut talometatarsal paraell.

Terapi
Terapi harus dimulai sedini mungkin yaitu begitu setelah tali pusat diikat, dilakukan manipulasi dengan hati-hati ke posisi normal. Bila sukar dilakukan sekaligus, maka lakukan secara bertahap dengan memperbaiki kaki depan. Kemudian pasang gips dalam posisi equinus secara bertahap dibuat posisi plantar grade dengan membuat wedging atau ganti koreksi gips setelah 1-2 minggu.




Hal ini untuk mencegah rocker bottom. Pada kaki CTEV yang rigid, adakalanya diperlukan pemajangan tendon achiles. Biasanya koreksi pembedahan dilakukan setelah usia 3 bulan bila koreksi  gips yang dilakuakn tiap 2 minggu tidak mencapai kemajuan.

Pada pembedahan, yang dilakukan adalah posteromedial soft tissue release dengan memanjangkan 4 tendon yaitu masing-masing
1. Tibialis posterior
2. Flexor digitorum communis
3. Flexor hallucis longus
4. Achilles

Selain itu dilakukan kapsulotomi posterior dan medial, serta ligament deltoid dan posterior tibia fibula, kemudian dalam imobilisasi dipasang gips (longleg plaster). Sesudah 2-3 minggu gips dibuka, jahitan luka operasi diangkat dan dipasang gips bawah lutut untuk 2-3 minggu lagi. baru kemudian diberikan Dennis Brown Splint dan ibunya dianjurkan untuk selalu melakukan gentle stretching. Untuk kasus yang terlambat ditangani (neglected cases), tindakan tergantung dari usia bayi atau anak, oleh karena soft tissue release tidak lagi memadai. Pada usia 4 tahun ke atas tindakan yang diambil adalah adalah dengan melakukan bony operation wedge osteotomi menurut Evans, di samping dilakuakn posteromedial soft tissue release.

Tindakan akhir yang definitif untuk kelainan ini adalah sesudah usia 10-12 tahun dengan melakukan triple arthrodesis. Follow-up, perlu diikuti sampai selesai tumbuh sehingga tidak timbul recurrence.


Evaluasi harus tetap dilakukan. Yang perlu diperhatkan adalah bentuk dan fungsi (lingkup gerak sendi) di samping pencitraan X-ray. Ada 7 parameter dalam menilai X-ray:
A. Kaki bagian belakang:
     1. AP : sudut talo-kalkaneal
     2. Timpang tindih talo navikuler
     3. Sudut Talokalkaneal dari samping (lateral)
     4. Posisi navikuler

B. Kaki bagian depan
    5. AP: sudut kalkaneus kejari kedua (metatarsal)
C. Deformitas sisa
    6. lateral: sudut kalkaneus-metatarsal
    7. Posisi dan kalkaneus

Perhatikan ukuran kaki, karena kaki akan lebih kecil terutama dapat kita lihat pada kelainan unilateral, betis yang hipotrofi dan selisih panjang tungkai.

Kriteria klinis disebut sempurna
a. apabila pada koreksi yang paripurna tercapai bentuk tanpa gejala dan dapat melaksanakan segala aktivitas fisik
b. lingkup gerak:
  - 25 derajat- 0 derajat- 25 derajat pergelangan
  - 15 derajat subtalar

Disebut baik
a. bila hampir terkoreksi sempurna
b. tidak ada gejala akan tetapi ada gangguan aktiviras yang ringan lingkup gerak:
 - 10 derajat- 0 derajat- 20 derajat pergelangan kaki
 - 10 derajat subtalar

Disebut cukup
a. bila terkoreksi partial
b. kekuatan betis menurun tanpa gangguan fungsional, lingkup gerak:
   - 0 derajat-10 derajat/20 derajat pergelangan kaki
   - 1o derajat subtalar
c. ada gangguan aktivitas kegiatan sehari-hari
d. perlu koreksi lebih dari 1 kali
e. diperlukan tindakan bedah

Disebut buruk
a. CTEV tak terkoreksi
b. kekuatan betis menurun
c. lingkup gerak terbatas, subtalar 5 derajat
d. ada keluhan nyeri pada kegiatan sehari-hari

komplikasi

komplikasi dapat terjadi pada berbagai cara tindakan, seperti:
1. pada cara konservatif
- masalah kulit, terjadi dekubitus oleh karena gips
- bentuk yang tidak terkoreksi
2. pada cara operatif
- masalah kulit, terjadi luka terbuka atau terinfeksi. Bila dipakai K-wire bisa terjadi pin track infection
- koreksi yang tidak sempurna
- bisa terjadi avaskuler neckrosis navikuler
- kaku
- nyeri pada waktu berjala
- over correction, maka menjadi planovalgus

 

Friday, 24 July 2015

Banyak orang yang tidak mengerti mengenai manfaat peregangan atau stretching dari otot otot tubuh.
Peregangan otot termasuk dalam seni kebugaran tubuh, dimana otot diregangkan berlawanan dengan geraknya secara lurus. Perenagan otot banyak dalam olahraga, yoga, pilates, dan sebagainya. Manfaatnya pun sangat banyak. Hal sederhana ini membawa dampak yang baik bagi kesehatan dan performa kita.

Berikut manfaat stretching:
1. Meningkatkan elastisitas serabut badan otot dan tendon otot.
2. Meningkatkan metabolisme otot
3. Meningkatkan aliran darah dan oksigen dari otot ke jantung dan sebaliknya
4. Mengurangi ketegangan jaringan otot
5. Menurunkan pemendekan serabut otot pada kasus kontraktur otot
6. Memelihara jaringan dan serabut kontraktil otot
7. Mencegah terjadinya cidera dan atau kelemahan

Berikut Gerakan stretching yang umum dan mudah untuk dilakukan

1. Peregangan otot trepzius

2. Peregangan otot lengan

3. Peregangan otot tangan

4. Peregangan otot pinggang

5. Peregangan otot paha

6. Peregangan otot  betis

7. Peregangan otot kaki




Lakukanlah 7 gerakan sederhana ini untuk memelihara kebugaran dan kesehatan otot-otot tubuh kita, karena otot juga membutuhkan perhatian kita.



Total Pageviews

Search

Informasi

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait fisioterapi silahkan menghubungi melalui email physio.yuli@gmail.com

Artikel Populer