Sunday, 20 July 2014
08:59
Yuli
No comments
Low back Pain atau nyeri pinggang bawah merupakan kondisi yang disebut dengan "keranjang sampah" karena keluhan ini masih sangat umum dan lokasi penyebab utama masih samar. Low back pain sendiri merupakan istilah umum untuk menggambarkan kondisi pinggang bawah yang terasa nyeri dan tidak nyaman. Keluhan ini banyak dialami oleh pekerja kantoran, penjahit dan ibu rumah tangga yang beraktivitas duduk lama.
Klien/pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang bawah harus mendapatkan pemeriksaan umum dan khusus untuk menemukan lokasi penyebab utama karena low back pain sendiri hanya merupakan gejala yang terjadi secara umum pada pinggang bawah. Yang dimaksudkan pinggang bawah disini adalah daerah lumbal hingga sacrum. Pemeriksaan yang tepat dapat menemukan indikator penting pada kasus low back pain.
Berikut pemeriksaan untuk menemukan kondisi Low Back Pain
inspeksi untuk postur untuk melihat penyimpangan spine dan gait analysis untik melihat apakah ada panjang tungkai berbeda dan atau antalgic gait.
kemudian test untuk fungsional umum dengan aktif pasif dan isometric
1. Fleksi-ekstensi lumbal pada posisi standing
- klien berdiri tegak kemudian diminta untuk membungkukkan tubuh hingga ke bawah kemudian kembali
tegak dan ke belakang kemudian kembali tegak. Bila nyeri membungkuk ---> Disk problem
bila nyeri ke belakang---> facet problem, Osteoarthritis, sacrum pain
2. Trenbeleg test pada posisi berdiri dan duduk untuk melihat problem pada sacrum dengan mempalpasi SIPS dengan kedua jempol dan lihat pergerakan sacrum apakah hipo atau hiper mobile
3. Low back manuver 1--> terdiri atas thomas test, patric-kontra patric test, hip fleksion test, sacrum dan SIJ test,
4. low back mauver 2 --> untuk memastikan iritasi saraf
5. test khusus lain: PACVP, palpasi, stretching test
berikut hasil pemeriksaan dengan temuan yang spesifik
- Disk problem---> nyeri membungkuk dan antalgic gait
- facet problem ---> nyeri ekstensi biasanya disertai morning sickness
- sacrum pain ---> nyeri ekstensi dan nyeri duduk
- piriformis syndrome ---> nyeri duduk
- myofascial problem ---> nyeri yang terasa menjalar dan berat
- spondylolistesis --> palpasi terdapat satu atau lebih processus spinosus tenggelam
dan lain-lainnya
08:42
Yuli
No comments
Tendinitis supraspinatus merupakan kondisi yang
disebabkan oleh trauma yang berulang meskipun ringan dan dalam waktu relatif
lama, proses degenerasi akan mempercepat terjadinya injury. Pasien biasanya mengeluh nyeri dan gerak
terbatas saat melakukan abduksi dan fleksi shoulder.
Tendinitis supraspinatus disebabkan oleh
kerusakan akibat gesekan atau penekanan yang berulang dan berkepanjangan
.Tendon otot supraspinatus dan tendon otot biceps betumpang tindih dalam
melewati terowongan yang dibentuk oleh caput humeri yang dibungkus oleh capsul
sendi sebagai lantainya dan ligamen coracoacromial serta acromion sebagai
atapnya.
Cidera teringan adalah jenis gesekan yang dapat
menyebabkan reaksi radang lokal atau tendinitis. Penyakit ini biasanya sembuh
sendiri tetapi bila disertai impingiment yang lebih lama dan terutama pada
orang tua dapat terjadi robekan kecil dan ini dapat diikuti dengan pembentukan
jaringan parut, metaplasia fibrokartilageinous atau pengapuran tendon. Tendon
biceps caput longum yang terletak bersebelahan dengan supraspinatus juga dapat
terlibat dan sering robek
Gambaran klinis
-
Adanya nyeri tekan
-
Nyeri menjalar dari acromion
sampai insertio deltoid
-
Painful arc saat melakukan gerak
abduksi 600-1200 ,
yang merupakan gambaran klasik bahwa adanya inflamasi tendon yang tertekan
antara acromion dan humerus
-
Gerak shoulder atau arm full (tapi
ada painful arc)
-
Resisted abduksi pada out range
kadang nyeri
Thursday, 17 July 2014
12:55
Yuli
No comments
Berikut analisis postur yang normal
Bentuk kurva tulang belakang dapat
dilihat pada bidang sagital yaitu kurva kifosis dan lordosis yaitu dua
lengkungan ke anterior sebagai lordosis dan dua lengkungan ke posterior sebagai
kifosis, lordosis terdapat pada regio servikalis dan regio lumbalis, sedangkan
kifosis pada regio torakalis dan sakralis (Pratiwi, 2009). Kurva tulang belakang
ini memiliki sudut lengkungan proporsional yang dipengaruhi oleh usia, kondisi
patologis, dan jenis kelamin (Macagno and O’Brien, 2006).
Bentuk kurva tulang belakang dapat
dilihat pada bidang sagital yaitu kurva kifosis dan lordosis yaitu dua
lengkungan ke anterior sebagai lordosis dan dua lengkungan ke posterior sebagai
kifosis, lordosis terdapat pada regio servikalis dan regio lumbalis, sedangkan
kifosis pada regio torakalis dan sakralis (Pratiwi, 2009). Kurva tulang belakang
ini memiliki sudut lengkungan proporsional yang dipengaruhi oleh usia, kondisi
patologis, dan jenis kelamin (Macagno and O’Brien, 2006).
Bentuk kurva tulang belakang pada janin
saat di dalam kandungan berbentuk huruf C sampai saat janin tersebut dilahirkan.
Bentuk kurva tulang belakang awal ini merupakan bagian utama kurva yang disebut
kifosis. Saat bayi belajar untuk mengangkat kepala pada posisi tengkurap,
tulang belakang mulai membentuk kurva servikal dan secara bertahap sesuai
dengan usia, saat bayi belajar untuk duduk, merangkak, hingga berjalan otot-otot
tubuh berkembang semakin kuat hingga terbentuklah kurva lordosis servikal dan
lumbal serta kurva kifosis torakal dan sakrum. Kurva tulang belakang ini akan
terus berkembang sampai pertumbuhan berhenti (Maigne, 2006).
|
Sedangkan pada bidang frontal tidak
terdapat kurva atau lengkungan tulang belakang dalam arti kurva tulang belakang
dalam keadaan lurus (Kendall et al, 2005). Keempat bentuk kurva tulang belakang
ini sangat penting terhadap keseimbangan tubuh, fleksibilitas, dan peredam
tekanan serta mendistribusikan perpindahan beban tubuh secara statik dan
dinamik (Kisner and colby, 2007).
Bentuk kurva tulang belakang pada janin
saat di dalam kandungan berbentuk huruf C sampai saat janin tersebut dilahirkan.
Bentuk kurva tulang belakang awal ini merupakan bagian utama kurva yang disebut
kifosis. Saat bayi belajar untuk mengangkat kepala pada posisi tengkurap,
tulang belakang mulai membentuk kurva servikal dan secara bertahap sesuai
dengan usia, saat bayi belajar untuk duduk, merangkak, hingga berjalan otot-otot
tubuh berkembang semakin kuat hingga terbentuklah kurva lordosis servikal dan
lumbal serta kurva kifosis torakal dan sakrum. Kurva tulang belakang ini akan
terus berkembang sampai pertumbuhan berhenti (Maigne, 2006).
|
Sedangkan pada bidang frontal tidak
terdapat kurva atau lengkungan tulang belakang dalam arti kurva tulang belakang
dalam keadaan lurus (Kendall et al, 2005). Keempat bentuk kurva tulang belakang
ini sangat penting terhadap keseimbangan tubuh, fleksibilitas, dan peredam
tekanan serta mendistribusikan perpindahan beban tubuh secara statik dan
dinamik (Kisner and colby, 2007).
Kurva tulang belakang membentuk
postur tubuh dengan alignment yang dapat
diamati pada bidang sagital, frontal, dan transversal. Untuk mengamati
simetrisnya bentuk kurva ini diperlukan alat bantu plumbline yang bekerja dengan prinsip searah gaya gravitasi, yang
mewakili garis vertikal tubuh untuk melihat apakah alignment postur tubuh
normal atau mengalami penyimpangan (Kendall et al, 2005).
berikut penyimpangan postur
apa akibat dari penyimpangan postur?
1. back pain
2. pemendekan otot-otot postural
3. kelelahan postur
4. postural pain syndrome
5. menurunnya kemampuan pada aktivitas tertentu
berikut postural correction exercise yang bermanfaat
Subscribe to:
Posts (Atom)








