Sunday, 20 July 2014

Discus problem exercise





Facet problem exercise





Low back Pain atau nyeri pinggang bawah merupakan kondisi yang disebut dengan "keranjang sampah" karena keluhan ini masih sangat umum dan lokasi penyebab utama masih samar. Low back pain sendiri merupakan istilah umum untuk menggambarkan kondisi pinggang bawah yang terasa nyeri dan tidak nyaman. Keluhan ini banyak dialami oleh pekerja kantoran, penjahit dan ibu rumah tangga yang beraktivitas duduk lama.

Klien/pasien datang dengan keluhan nyeri pinggang bawah harus mendapatkan pemeriksaan umum dan khusus untuk menemukan lokasi penyebab utama karena low back pain sendiri hanya merupakan gejala yang terjadi secara umum pada pinggang bawah. Yang dimaksudkan pinggang bawah disini adalah daerah lumbal hingga sacrum. Pemeriksaan yang tepat dapat menemukan indikator penting pada kasus low back pain.

Berikut pemeriksaan untuk menemukan kondisi Low Back Pain
inspeksi untuk postur untuk melihat penyimpangan spine dan gait analysis untik melihat apakah ada panjang tungkai berbeda dan atau antalgic gait.
kemudian test untuk fungsional umum dengan aktif pasif dan isometric
1. Fleksi-ekstensi lumbal pada posisi standing
    - klien berdiri tegak kemudian diminta untuk membungkukkan tubuh hingga ke bawah kemudian kembali
       tegak dan ke belakang kemudian kembali tegak. Bila nyeri membungkuk ---> Disk problem
       bila nyeri ke belakang---> facet problem, Osteoarthritis, sacrum pain
2. Trenbeleg test pada posisi berdiri dan duduk untuk melihat problem pada sacrum dengan mempalpasi SIPS dengan kedua jempol dan lihat pergerakan sacrum apakah hipo atau hiper mobile
3. Low back manuver 1--> terdiri atas thomas test, patric-kontra patric test, hip fleksion test, sacrum dan SIJ test,
4. low back mauver 2 --> untuk memastikan iritasi saraf
5. test khusus lain: PACVP, palpasi, stretching test

berikut hasil pemeriksaan dengan temuan yang spesifik
- Disk problem---> nyeri membungkuk dan antalgic gait
- facet problem ---> nyeri ekstensi biasanya disertai morning sickness
- sacrum pain ---> nyeri ekstensi dan nyeri duduk
 - piriformis syndrome ---> nyeri duduk
 - myofascial problem ---> nyeri yang terasa menjalar dan berat
  - spondylolistesis --> palpasi terdapat satu atau lebih processus spinosus tenggelam
dan lain-lainnya





Tendinitis supraspinatus merupakan kondisi yang disebabkan oleh trauma yang berulang meskipun ringan dan dalam waktu relatif lama, proses degenerasi akan mempercepat terjadinya injury.  Pasien biasanya mengeluh nyeri dan gerak terbatas saat melakukan abduksi  dan  fleksi shoulder.

Tendinitis supraspinatus disebabkan oleh kerusakan akibat gesekan atau penekanan yang berulang dan berkepanjangan .Tendon otot supraspinatus dan tendon otot biceps betumpang tindih dalam melewati terowongan yang dibentuk oleh caput humeri yang dibungkus oleh capsul sendi sebagai lantainya dan ligamen coracoacromial serta acromion sebagai atapnya. 
Cidera teringan adalah jenis gesekan yang dapat menyebabkan reaksi radang lokal atau tendinitis. Penyakit ini biasanya sembuh sendiri tetapi bila disertai impingiment yang lebih lama dan terutama pada orang tua dapat terjadi robekan kecil dan ini dapat diikuti dengan pembentukan jaringan parut, metaplasia fibrokartilageinous atau pengapuran tendon. Tendon biceps caput longum yang terletak bersebelahan dengan supraspinatus juga dapat terlibat dan sering robek   
Gambaran klinis
-          Adanya nyeri tekan
-          Nyeri menjalar dari acromion sampai insertio deltoid
-          Painful arc saat melakukan gerak abduksi  600-1200 , yang merupakan gambaran klasik bahwa adanya inflamasi tendon yang tertekan antara acromion dan humerus
-          Gerak shoulder atau arm full (tapi ada painful arc)
-          Resisted abduksi pada out range kadang nyeri
 


Thursday, 17 July 2014

Berikut analisis postur yang normal


Bentuk kurva tulang belakang pada janin saat di dalam kandungan berbentuk huruf C sampai saat janin tersebut dilahirkan. Bentuk kurva tulang belakang awal ini merupakan bagian utama kurva yang disebut kifosis. Saat bayi belajar untuk mengangkat kepala pada posisi tengkurap, tulang belakang mulai membentuk kurva servikal dan secara bertahap sesuai dengan usia, saat bayi belajar untuk duduk, merangkak, hingga berjalan otot-otot tubuh berkembang semakin kuat hingga terbentuklah kurva lordosis servikal dan lumbal serta kurva kifosis torakal dan sakrum. Kurva tulang belakang ini akan terus berkembang sampai pertumbuhan berhenti (Maigne, 2006).
12
 
Bentuk kurva tulang belakang dapat dilihat pada bidang sagital yaitu kurva kifosis dan lordosis yaitu dua lengkungan ke anterior sebagai lordosis dan dua lengkungan ke posterior sebagai kifosis, lordosis terdapat pada regio servikalis dan regio lumbalis, sedangkan kifosis pada regio torakalis dan sakralis (Pratiwi, 2009). Kurva tulang belakang ini memiliki sudut lengkungan proporsional yang dipengaruhi oleh usia, kondisi patologis, dan jenis kelamin (Macagno and O’Brien, 2006). 
Sedangkan pada bidang frontal tidak terdapat kurva atau lengkungan tulang belakang dalam arti kurva tulang belakang dalam keadaan lurus (Kendall et al, 2005). Keempat bentuk kurva tulang belakang ini sangat penting terhadap keseimbangan tubuh, fleksibilitas, dan peredam tekanan serta mendistribusikan perpindahan beban tubuh secara statik dan dinamik (Kisner and colby, 2007).




Bentuk kurva tulang belakang pada janin saat di dalam kandungan berbentuk huruf C sampai saat janin tersebut dilahirkan. Bentuk kurva tulang belakang awal ini merupakan bagian utama kurva yang disebut kifosis. Saat bayi belajar untuk mengangkat kepala pada posisi tengkurap, tulang belakang mulai membentuk kurva servikal dan secara bertahap sesuai dengan usia, saat bayi belajar untuk duduk, merangkak, hingga berjalan otot-otot tubuh berkembang semakin kuat hingga terbentuklah kurva lordosis servikal dan lumbal serta kurva kifosis torakal dan sakrum. Kurva tulang belakang ini akan terus berkembang sampai pertumbuhan berhenti (Maigne, 2006).
12
 
Bentuk kurva tulang belakang dapat dilihat pada bidang sagital yaitu kurva kifosis dan lordosis yaitu dua lengkungan ke anterior sebagai lordosis dan dua lengkungan ke posterior sebagai kifosis, lordosis terdapat pada regio servikalis dan regio lumbalis, sedangkan kifosis pada regio torakalis dan sakralis (Pratiwi, 2009). Kurva tulang belakang ini memiliki sudut lengkungan proporsional yang dipengaruhi oleh usia, kondisi patologis, dan jenis kelamin (Macagno and O’Brien, 2006). 
Sedangkan pada bidang frontal tidak terdapat kurva atau lengkungan tulang belakang dalam arti kurva tulang belakang dalam keadaan lurus (Kendall et al, 2005). Keempat bentuk kurva tulang belakang ini sangat penting terhadap keseimbangan tubuh, fleksibilitas, dan peredam tekanan serta mendistribusikan perpindahan beban tubuh secara statik dan dinamik (Kisner and colby, 2007).


Kurva tulang belakang membentuk postur  tubuh dengan alignment yang dapat diamati pada bidang sagital, frontal, dan transversal. Untuk mengamati simetrisnya bentuk kurva ini diperlukan alat bantu plumbline yang bekerja dengan prinsip searah gaya gravitasi, yang mewakili garis vertikal tubuh untuk melihat apakah alignment postur tubuh normal atau mengalami penyimpangan (Kendall et al, 2005).


berikut penyimpangan postur

 apa akibat dari penyimpangan postur?
1. back pain
2. pemendekan otot-otot postural
3. kelelahan postur
4. postural pain syndrome
5. menurunnya kemampuan pada aktivitas tertentu

berikut postural correction exercise yang bermanfaat


Total Pageviews

Search

Informasi

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait fisioterapi silahkan menghubungi melalui email physio.yuli@gmail.com

Artikel Populer