Friday 24 July 2015

Nyeri bahu sangat kompleks penyebabnya. Secara umum, nyeri yang dirasakan membuat gerak lengan terbatas. Aktivitas dan tugas sehari-hari juga terganggu. Nyeri bahu timbul karena berbagai penyebab dari yang diketahui dan tidak diketahui.

Dari sekian banyak problema bahu, nyeri bahu k,arena sindroma penyempitan oleh jaringan di sekitar bahu merupakan kasus yang cukup lama penyembuhannya karena penyempitan jaringan lunak itu sendiri menimbulkan nyeri kronik dan  perubahaan elastisitas jaringan di sekitar bahu.

sindroma penyempitan jaringan bahu pertama kali dipopulerkan oleh Neer pada 1972. Ia menjelaskan bahwa antara insertio otot supraspinatus pada tuberculum mayor dan celah tendon bicipitalis anterior pada arcus acromion dimana bahu dalam posisi netral dan forward fleksi, struktur jaringan harus melewati arcus coracoacromial, jika tidak maka akan menimbulkan pneyempitan.

Sindroma penyempitan bahu merupukan efek kumulatif pada banyak jaringan dalam rotator cuff yang berhubungan dengan akrus coracoacromial. Akibatnya terjadi iritasi otot supraspinatus, tendon infraspinatus, bursa subacromial yang dapat berubah menjadi jaringan fibrous dan mengurangi jarak celah subacromial. Olehkarena itu, saat bahu bergerak akan terjadi microtear dan partial thickness pada rotator cuff. Jika dibiarkan saja, maka jaringan fibrous tersebut akan menimbulkan perubahan tulang menjadi osteofit yang berkembang di bawah arkus acromial dan menimbulkan full thickness rotator cuff.

Faktor secondary yang timbul dari sindroma penyempitan bahu ini menimbulkan hipomobilitas kapsul sendi atau hipermobilitas kapsul sendi yang mempengaruhi gerak arthrokinematic bahu. Kemudian akan terjadi stress mekanik bahu yang berhubungan dengan struktur jaringan lunak, sebagian rotator cuff, dan menyebabkan tendiniopati. Posisi skapula pada sangkar thorax juga berimbas dari disfungsi glenohumeral.

Pasokan nutrisi, oksigen, dan menurunnya aliran darah pada sekitar jaringan rotator cuff menyebabkan timbulnya criticaal zone rotator cuff. Nerr mendeskripsikan tiga stadium sindroma penyempitan bahu yaitu

a. Stadium I
Biasanya dialami individu usia muda kurang dari 25 tahun. Klien mengeluihkan rasa tidak nyaman pada bahunya. Stadium ini hanya terjadi peradangan pada tendon supraspinatus dan tendon biceps brachii caput longum.

b. Stadium II
Biasanya dialami individu usia 24 sampai 40 tahun. Pada stadium ini sudah terjadi perubahan fibrotik tendon supraspinatus dan bursa subacrimiial. Nyeri akan terasa meningkat pada malam hari dan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Jika jaringan sudah fibrous, saran untuk operasi dianjurkan.

c. Stadium III
Biasanya sering terjadi pada usia kurang dari 40 tahun. Pada stadium ini, individu sudah lama mengalami masalah pada bahu, sudah terjadi osteofit,  partial atau full thickness rotator cuff.

Sindroma penyempitan bahu terjadi disebabkan oleh hal berikut:

1. Otot atau tendon mengalami kelemahan yang menyebabkan penyempitan karena turunnya fungsi stabilitas caput humerus yang menyebabkan kerusakan tendon, disuse atropi, dan menambah kelemahan jaringan rotator cuff.

2. Bursa thickening yang menyebabkan penyempitan karena masalah pada subacromial yang menimbulkan thickneing besar pada bursa.

3. ketegangan capsular posterior yang menyebabkan penyempitan, diuses, dan kekakuan karena ketegangan kapsul yang memaksa caput humerus terangkat menghindari acromion.
faktor lain yang juga menyebabkan penyempitan yaitu kurang elastisnya kapsul dan stabilitas dinamic bahu tidak baik, akhirnya caput humerus berpindah posisi ke anterosuperior .


SIndroma penyempitan bahu dapat diobati dengan bedah arthroscopy atau arthrotomy dengan membuka kompresi subacromial. 

0 comments:

Total Pageviews

Search

Informasi

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait fisioterapi silahkan menghubungi melalui email physio.yuli@gmail.com

Artikel Populer