Monday, 23 November 2015

Pada kasus pengapuran atau osteosethritis lutut yang parah membutuhkan penggantian sendi lutut. Adapun berbagai hal berikut yang menunjukkan bahwa kondisi lutut yang mengalami pengapuran atau osteoarthritis sangat parah yaitu:

1. Nyeri pada lutut saat berjalan, duduk, dan beraktivitas
2. Kekakuan pada lutut yang menimbulkan keterbatasan gerak lutut untuk menekuk atau meluruskan lutut, dimana lutut hanya mampu menekuk kurang dari 90 derajat
3. Ketidakmampuan berjalan dalam jarak 10 meter atau lebih.
4. Sulit untuk beraktivitas karena penekanan ujung tulang rawan sendi femur dan tibia dan patella

Berdasarkan beberapa hal di atas, maka lutut yang mengalami pengapuran atau osteoarthritis yang parah memerlukan penggantian sendi lutut yaitu dengan total knee replacement. Total knee replacement yaitu penggantian sendi lutut secara total, dimana sendi lutut yaitu ujung tulang rawan sendi femur, tibia dan patella dikikis dan diganti dengan sendi artifisial. Proses ini berlangsung 3 jam operasi.
Adapun post operasi total knee replacement ini akan membuat klien merasakan hal- hal berikut ini:

1. Nyeri. Nyeri yang dirasakan dikarenakan luka incisi operasi pemasangan sendi pengganti dengan mengikis ujung tulang rawan yang sudah memgalami kerapuhan dan dimana tulang tumbuh tidak rata. Nyeri yang dirasakan wajar. Untuk mengurangi nyeri bisa dengan pain killer yang diresepkan dokter yang harus diminum secara teratur. Apabila nyeri terasa semakin memberat, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
2. Bengkak. Bengkak yang terjadi sangay wajar karena luka incisi operasi. Pembengkakan dikarenakan inflamasi akibat luka incisi pada lutut. Bengkak ini akan berlangsung selama 3 bulan atau lebih. Untuk mengurangi bengkak, anda dapat menggunakan cold pack atau kompres es dengan terlebih dahulu dibalut handuk. Kompress selama 10 menit
3. Ketidakstabilan lutut dan adaptasi. Penggantian sendi membuat proprioceptif lutut menurun sehingga akan terasa lutut tidak stabil, selain itu juga sendi artifisial membuat gerakan memerlukan adaptasi. Otot dan ligament do sekitar lutut memerlukan latihan khusus untuk adaptasi lutut saat beraktivitas dengan baik.
4. Infeksi. Infeksi yang terjadi dengan tanda adanya rasa hangat yang berlangsung 3-6 bulan setelah operasi. Bila penggantian ini mengakibatkan infeksi, anda harus segera menghubungi dokter. 
5. Transfer. Setelah operasi, kontrol lutut belum kuat untuk transfer, berdiri, naik turun tangga dan berjalan, dimana  fisioterapist akan membantu untuk berlatih berjalan menggunakan kruk atau alat bantu berjalan. Penggunaan kruk saat berjalan, ke berdiri dari duduk, dan naik turun tangga akan dibimbing oleh fisioterapis dan klien dapat beradaptasi menggunakan kruk untuk beraktivitas.



Setelah operasi total knee replacement, Anda dapat melakukan beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan sendiri setelah mendapat instruksi dari dokter atau fisioterapist melalui pendampingan fisioterapi. Adapun latihan tersebut sebagai berikut.  

0- 1 hari 

Tujuan: untuk mencegah penumpukan sirkulasi darah dan mencegah infeksi pernapasan. Latihan ini harus dilakukan secara teratur.
Deep Breathing
- Ambil napas lewat hidung
- Tahan 2-3 detik
- Hembuskan lewat mulut secara perlahan 3-4 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali

Sirkulatori exercise
- Lakukan gerakan menekuk dan meluruskan ankle (kaki)
- Lakukan sebanyak 30 kali secara perlahan dimana 1 detik naik dan 1 detik turun untuk ankle ditekuk ke atas dan ke bawah
- Lakukan sebanyak 30 kali secara perlahan untuk gerakan ankle memutar. 
- Exercise ini dilakukan sebanyak 4 kali sehari

Static Quad
- Tidur terlentang
- Tekan tempurung lutut ke bed dengan ankle ditarik ke atas
- Tahan 10 detik
- lakukan sebanyak 10 kali 
 
Straigh leg rising
 - Tidur terlentang
- Angkat kaki dengan lutut lurus setinggi perut dimana ankle ditekuk ke atas
- Tahan 10 detik saat kaki keatas
- Lakukan sebanyak 10 kali 


Static Hamstring
- Tidur terlentang 
- Tekuk lutut TKR,  naikkan anke ke atas lalu tekan ujung tumit ke bed
- Tahan 10 detik
-Lakukan sebanyak 10 kali
Static Gluteus 
- Tidur terlentang
- Kontraksikan gluteus 
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali


Knee flexion
- Tidur terlentang
- Lutut TKR ditekuk kemudian diluruskan. Taburi bedak di bed untuk memudahkan menekuk dan melurukan lutut
- Lakukan sebanyak 10 kali
Mobilisasi
- Saat anda bangun tidur, anda tidak dapat langsung berdiri karena kontrol lutut belum adekuat
- Dengan bantuan kursi, anda dapat berpindah ke kursi terlebih dahulu untuk kemudian mencoba berdiri sambil memegang kursi

Full squad range
- Duduk di kursi
- Luruskan lutut anda ke atas dimana ankle ditekuk ke atas
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali


Knee flexion in sitting
- Duduk di kursi
- Tekuk lutut anda ke dalam 
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali



1- 2 minggu

Assisted keen bending in sitting
- Duduk. Kaki yang sehat menyanggah kaki TKR
- Kedua tangan menekan ke bed untuk berpindah tempat

Resisted exercise in sitting
- Duduk. Angkat kaki lurus ke atas
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali
Passive hiperekstensi
- Duduk di depan meja ruang tamu yang setinggi lutut
- Angkat kaki ke atas meja 
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali
Heel squat in standing
- Berdiri berpegangan pada kursi
- Angkat kedua tumit perlahan dan berjinjitlah
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali
Half squating
- Berdiri berpegangan pada kursi
- Tekuk kedua lutut perlahan
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali


Knee flexion in standing
- Berdiri berpengan pada kursi
- Lutut sehat ditekuk
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali

2-3 minggu

Step up
- Lakukan di tangga
- Berpeganganlah pada rill tangga
- Naik secara perlahan ke atas tangga kemudian mundur lagi turun
- Lakukan sebanyak 10 kali

Step Down
- Lakukan di tangga
- Berpeganganlah pada rill tangga
- Turun secara perlahan ke bawah kemudian mundur lagi ke atas
- Lakukan sebanyak 10 kali
Single Leg Balance
- Berdiri berpegangan pada kursi
- Tekuk kaki sehat
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali
Single Leg Hell Rising
- Berdiri berpegangan pada tembok
 Angkat tumit seperti menjinjit
- Tekuk lutut sehat
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali
4 minggu

Balancing with feet together
- Berdiri berpegangan pada tembok
- Seimbangkan kedua kaki saat berdiri
- Tahan 10-15 detik
- lakukan sebanyak 10 kali

Balancing One Foot in Front Other
- Berdirilah di samping kursi
- Langkahkan lutut TKR di depan lutut sehat
- Tahan 10-15 detik
-Lakukan sebanyak 10 kali

Rolling Ball Forward and Backward While Sitting
- Duduk dengan kaki bertumpu pada bola
- Gerakkan bola ke depan dan ke belakang
- Tahan 10 detik ke depan, lalu tahan 10 detik ke belakang
- Lakukan sebanyak 10 kali


Rolling Ball in Small Circle While Sitting
- Duduk dengan kaki bertumpu pada bola
- Gerakkan bola memutar ke depan dan lalu ke belakang
- Tahan 10 detik ke depan, lalu tahan 10 detik ke belakang
- Lakukan sebanyak 10 kali

 Squasing Ball Into The Floor

- Duduk dengan kaki bertumpu pada bola
- Tekan bola ke lantai
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali

Inner Thight Strengthening
- Duduk dengan kedua paha menjepit bola
- Tekan bola dengan kedua paha
- Tahan 10 detik
- Lakukan sebanyak 10 kali


Lakukan aktivitas berenang dan berjalan kaki setelah 1 bulan. Seluruh latihan di atas dilanjutkan sampai 4 bulan. Berjalanlah menggunakan kruk sampai 1 bulan. Kemudian lepaskan kruk secara perlahan dengan berlatih berjalan tanpa kruk untuk menyeimbangkan lutut. 

Thursday, 19 November 2015


Jika kita menemukan bahwa gerak lengan atas tidak dapat sempurna ( humerus terhadap scapula), bisa saja terjadi hal berikut:

1. Mobilitas lengan penuh, dengan penurunan mobilitas antara scapula dan humerus, berarti scapula hipermobile.
2. Mobilitas lengan penuh,  dengan keterbatasan mobilitas antata scapula dan humerus, dan penurunan mobilitas antara scapula dan thorax, berarti scapula hipomobile.
3. Mobilitas lengan relatif terjadi penurunan, ketika mobilitas menurun pada satu atau lebih sendi pada shoulder girdle atau shoulder joint itu sendiri.
4. Mobilitas lengan relatif terjadi penurunan, namun mobilitas antara scapula dan humerus normal, ini artinya terjadi pemendekatan struktur serabut dari otot latissimus dorsi, pectoralis major, atau lainnya.

Pemahaman ini penting pada kondisi post stroke, frozen shoulder, tendinitis, dan keluhan lainnya berkaitan dengan lengan


Wednesday, 18 November 2015






Postur kifosis atau bungkuk



flat back exercise






lordosis exercise





Friday, 13 November 2015

Plastisitas Otak

Plastisitas adalah kapasitas dari system saraf pusat untuk beradapatasi & memodifikasi organisasi struktural & fungsional terhadap kebutuhan, yang bias berlangsung terus sesuai kebutuhan dan atau stimulasi. Plastisitas otak (neuroplasticity) adalah kemampuan otak melakukan reorganisasi dalam bentuk adanya interkoneksi baru pada saraf. Plastisitas merupakan sifat yang menunjukkan kapasitas otak untuk berubah dan beradabtasi terhadap kebutuhan fungsional.
Mekanisme ini termasuk perubahan kimia saraf (neurochemical), penerimaan saraf (neuroreceptive), perubahan struktur neuron saraf dan organisasi otak. Plastisitas juga terjadi pada proses perkembangan dan kematangan system saraf. Tidak hanya terjadi pada kerusakan otak seperti stroke, trauma kepala, tapi juga terjadi pada degenerasi otak seperti pikun, alzheimer, dan sebagainya.
Untuk memberikan gambaran tentang plastisitas, maka penulis memberikan ilustrasi dengan membandingkan antara sifat plastisitas dan elastisitas.
Dari gambar tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:




Suatu benda dengan bentuk awal segi empat jika diberi intervensi atau dimanipulasi untuk membentuk segitiga, maka pada saat proses dilakukan benda berbentuk segitiga akan tetapi pada akhirnya benda tersebut akan kembali pada bentuk awalnya, hal ini disebut sebagai kemampuan elestisitas.
Jika bentuk awal suatu benda berbentuk segi empat kemudian diberikan intervensi untuk membentuk segitiga, maka pada saat proses dilakukan benda akan membentuk segitiga dan juga menjadi bentuk akhir dari benda tersebut, hal ini disebut sebagai kemampuan plastisitas.



Dengan demikian jelas bahwa sifat elastisitas berbeda dengan sifat plastisitas. Sifat elastic artinya kemampuan suatu benda untuk dapat kembali pada bentuk asalnya, sedangkan sifat plastisitas menunjukkan kemampuan benda untuk berubah kedalam bentuk yang lain.
Nilai positif dari adanya sifat plastisitas adalah pada pasien stroke menjadi potensi untuk dapat dikembangkan dan dibentuk sehingga dapat menghasilkan gerak yang fungsional dan normal.

•         Plastisitas dari struktur anatomi
–     Regenerasi (regeneration)
–     Penyebaran kolateral (collateral sprouting)
•         Penyesuaian fisiologis
–     Diaschisis
–     Peningkatan sensitivitas hubungansaraf (denervation supersensitivity)
–     Pengefektifan sinapsislaten (silent synapsis recruitment)
·         Cross modal plasticity meliputi:
–     Aktivasi bilateral dari system motoric
–     Penggunaan jalur ipsilateral
–     Perekrutan area motorik tambahan

Plastisitas dikategorikan sebagai berikut :
·         Kemampuan plastisitas pemulihan spontan dan reorganisasi mekanisme neural (perbaikanneurologis) yang berlangsung singkat (fasediaschisis).
Diaschisis (neural shock) atau pemulihan spontan :
o   Gangguan laten dari aktivitas neuronal di dekat area kerusakan
o   Penurunan suplai darah dan metabolisme
o   Biasanya pasien menunjukkan gejala flaccid
o   Pemulihan dini (3-4 minggu setelah lesi) bias anya disebabkan oleh resolusi dari diaschisis
o   Hilangnya edemaserebri, perbaikan fungsi sel saraf daerah penumbra, serta adanya kolateralàdapat terjadi dalam waktu yang tidak lama

·         Kemampuan plastisitas terus berlangsung apabila dibutuhkan (regeneration, collateral sprouting, silent synapsis recruitment, denervation supersensitivity).
Perbaikan yang terus berlangsung dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun (plastisitasotak) :
o   Pengefektifan sinapsislaten (Silent synapsis recruitment): Pembukaan jalur yang sebelumnya telah ada tetapi secara fungsional terdepresi à melalui belajar dapat dipanggil ketika  sistem yang biasa telah gagal
o   Peningkatan sensitivitas hubungan saraf (Denervation supersensitivity): pasca sinapsis menjadi sangat sensitive sehingga impulssaraf minimal mampu di terima, perubahan dalam konduksi dendrite termasuk peningkatan pengeluaran transmitter & disinhibisi terminal eksitatoris
o   Axonal regeneration
Terjadi regenerasi pada serabut saraf dimulai dari proksimal menuju ke distal
o   Collateral sprouting (pertunasan kolateral)
Merupakan pertunasan dari sel yang utuh / tidak rusak yang berdekatan dengan jaringan saraf yang rusak, kedaerah denervasi setelah sebagian/semua input normalnya rusak. Pertunasan meningkatkan efektivitassinaptik & menggantikan sinaps yang rusak sinap togenesis dinamis yang terus menerus terjadi dalam keadaan normal

Faktor yang mempengaruhi Pemulihan :
Ø  Ukuranlesi (luas vs sempit? umbra vs penumbra?)
Ø  Umur (bagaimanabayi vs orang dewasa vs lanjutusia?)
Ø  Jenis kelamin (bgmnlelaki vs wanita?)
Ø  Tipe/perjalanan kerusakan (mendadak vs perlahan?)
Ø  Kematangan dari area yang rusak
Ø  Fungsidari area tersisa
Ø  Pengalaman (didapat dari specific training)
Ø  Pemakaian/latihan motorik/ (dari therapeutic intervention)
Ø  Lingkungan
Ø  Intervensi obat-obatan (pharmacotherapy)

Implikasi untuk fisioterapis:
·         Pemulihan sebenarnya (true recovery) pada otak mungkin terjadi pada situasi tertentu
·         Kompensasi mungkin bias lebih menonjol disbanding dengan pemulihan sebenarnya
·         Bila kompensasi dikedepankan maka pemulihan sebenarnya tidak akan terjadi
·         Fisioterapis harus tahu kapan mengembangkan pemulihan sebenarnya atau kompensasi; pemulihan sebenarnya memungkinkan gerakan fungsional yang efektif dan efisien walaupun akan terjadi kelambatan kemajuan gerak fungsional
·         Intervensi dini lebih efektif dari pada intervensi yang terlambat
·         Semakin intensfisioterapis semakin menghasilkan outcome yang lebih baik
·         Efektifitas biaya
·         Pemulihan maksimal terjadi pada masa-masa awal (golden period) tetapi pemulihan dapat terus berlangsung hingga beberapa tahun (jangka panjang)
·         Semakin spesifik jenis latihan semakin baik hasil fungsionalnya
·         Perlu kerjasama antar profesi rehabilitasi dan jenis intervensinya
·         Perlu untuk selalu memantau perkembangan up to date dan melakukan penelitian

Pengaruh latihan motorik terhadap plastisitas
·         Studi pada hewan: latihan motorik memperkuat hubungan neuron yang ada dan menciptakan hubungan yang baru
·         Pada manusia: latihan motorik menghasilkan perubahan fungsional di dalamotak, seperti:
–     Perubahan aktivitas di level cortical
–     Meningkatkan vaskularisasi
·         Informasi yang masuk dan diterima memori jangka pendek hanya merupakan fenomenabiolistrik yang berlangsung  beberapa menit sampai beberapa jam
·         Keberhasilan pembelajaran terjadi bila informasi ditransfer ke memori  jangka panjang  dapat diingat lebih lama, malahan seumur hidup
·         Proses transfer informasi itu dapat melaluistrategi latihan, ulangan, perhatian & asosiasi
·         Memori jangka panjang terjadi perubahan struktrur otak dengan aktivitas gen, pembentukan protein baru & pertumbuhan cabang-cabang sel neuron.


by Efi Tryana

Tuesday, 10 November 2015

Apakah Anda sudah mulai mengetahui apa itu fisioterapi?
Apakah Anda sudah merasakan pelayanan  fisioterapi di klinik atau rumah sakit?

Mungkin Anda masih bingung fisioterapi itu apa? Di tepi jalan banyak terpampang plank fisioterapi di apotik, klinik praktek bersama, rumah sakit, klinik umum, maupun dalam tim olahraga seperti sepak bola, basket, dan sebagainya.

Apa sih fisioterapi itu?
Fisioterapi adalah profesi kesehatan yang mempunyai kewenangan penuh untuk melakukan pemeriksaan, menetapkan diagnosa fisioterapi, rencana intervensi, intervensi, dan evaluasi, dimana penanganan fisioterapi berfokus pada gangguan gerak dan fungsi. Penanganan fisioterapi dengan pendekatan elektrofisika, manual terapi, terapi latihan, dan, pendekatan neuromuskular.

Saat ini fisioterapi berkembang pesat di Indonesia. Fisioterapi hadir untuk melengkapi kebutuhan medis terutama berkaitan dengan gangguan gerak dan fungsi tubuh. Lingkup pelayanan fisioterapi mulai dari anak hingga lansia. Dimana fisioterapi memiliki spesialitas dalam beberapa segmen yaitu fisioterapi anak, fisioterapi neuromuskular, fisioterapi kesehatan wanita, fisioterapi olahraga, fisioterapi kardiovaskuler, dan fisioterapi geriatri.

Masalah apa saja yang dapat ditangani oleh fisioterapi?

Fisioterapi memberikan pelayanan bagi klien yang mengalami masalah atau gangguan berkaitan dengan :

1. Cidera olahraga seperti  keseleo, cidera ligament, cidera otot, cidera sendi, post operasi ligament, atau tulang
2. Penanganan anak berkebutuhan khusus seperti cerebral palsy, down syndrom, torticolis, congenital talipes equinovarus, spina bifida, dan sebagainya
3. Gangguan pernapasan seperti asma, sinusitis, slem berlebihan, dan sebagainya
4. Test fisik seperti jantung, kekuatan maksimal volume pernapasan, pengukuran postur tubuh, pengukuran keseimbangan, dan sebagainya
5. Penanganan nyeri lutut, pinggang, penyempitan saraf, pengapuran, dan sebagainya
6. Kesehatan wanita seperti senam hamil, pencegahan masalah kewanitaan, dan sebagainya
7. Penanganan gangguan yang diakibatkan oleh masalah neuromuskular  seperti post stroke, parkinson, multiple sclerosis, spinal cord injury, dan sebagainya
8. Pemeliharaan kesehatan fisik seperti senam, latihan fisik, dan sebagainya

Setiap fisioterapi menempuh pendidikan D3 untuk fisioterapi madya, D4 untuk fisioterapi terapan, S1 untuk fisioterapi ahli, S2 untuk fisioterapi spesialisasi. Sedangkan fisioterapi S1+ profesi yaitu fisioterapi profesi ahli. Fisioterapi dapat melakukan praktek secara mandiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Saat ini fisioterapi terus melakukan perkembangan untuk ilmu yang lebih terpadu, teknologi elektrofisika, dan modikasi latihan dan alat yang lebih baik. Hal ini untuk lebih meningkatkan pelayanan fisioterapi dalam meningkatkan, memaksimalkan, memulihkan, dan mengatasi gangguan gerak dan fungsi.

Fisioterapi hadir lebih dekat untuk Anda. Silahkan konsultasikan keluhan Anda.


Total Pageviews

Search

Informasi

Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait fisioterapi silahkan menghubungi melalui email physio.yuli@gmail.com

Artikel Populer